Minggu 25 Januari 2026
spot_img
BerandaBlogMakna Kemerdekaan HUT RI ke 80 Tahun : Santri TPQ Namirah Cahaya...

Makna Kemerdekaan HUT RI ke 80 Tahun : Santri TPQ Namirah Cahaya Garden Menyalakan Api Perjuangan Dengan Belajar, Mengaji, Berbakti Kepada Guru & Orang Tua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Namirahbatam.or.id

Cahaya Garden, Sadai, Bengkong, Kota Batam

Hingga saat ini TPQ Namirah Cahaya Garden masih satu satunya TPQ dengan menggunakan Metode QIRA’ATI di Kecamatan Bengkong.

Makna Kemerdekaan HUT RI ke-80: Santri TPQ Namirah Cahaya Garden Menyalakan Api Perjuangan Dengan Belajar, Mengaji, Berbakti Kepada Guru & Orang Tua

Delapan puluh tahun sudah negeri ini berdiri gagah sebagai bangsa yang merdeka. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari pengorbanan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi satu kata: Merdeka!

Di TPQ Namirah Cahaya Garden, kita diajarkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari kebodohan, kemalasan, dan kehinaan moral. Inilah pandangan Islam yang mendalam: bahwa kemerdekaan adalah nikmat Allah SWT yang harus dijaga dan diisi dengan perjuangan tanpa henti.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti akan Aku tambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Santri dan Makna Kemerdekaan

Santri TPQ Namirah Cahaya Garden hari ini adalah penerus cita-cita para pejuang. Jika dulu pahlawan memerdekakan negeri dengan darah dan senjata, maka santri memerdekakan negeri dengan ilmu, akhlak, dan dakwah.

Kemerdekaan adalah amanah besar. Tugas kita bukan hanya menikmatinya, tetapi mengisinya dengan totalitas perjuangan untuk peradaban dunia. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad)

Maka, menjadi santri berarti siap menjadi bermanfaat bagi umat, bangsa, dan dunia.

Patriotisme Santri: Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Rasulullah ﷺ sendiri meneteskan air mata saat meninggalkan Makkah karena cintanya pada tanah kelahiran. Itulah teladan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman.

Santri TPQ Namirah Cahaya Garden harus menyalakan api patriotisme:

1. Mencintai negeri dengan ketaatan kepada Allah SWT.
2. Membela bangsa dengan akhlak dan ilmu.
3. Mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan perjuangan .

HUT RI ke-80: Momentum Kebangkitan Santri

Delapan puluh tahun merdeka adalah momen refleksi. Apakah kita hanya menjadi penonton sejarah, ataukah kita siap menjadi pembuat sejarah baru?

Santri TPQ Namirah harus bertekad:

1. Merdeka dari kebodohan dengan rajin belajar dan mengaji.
2. Merdeka dari kelemahan jiwa dengan disiplin dan kesabaran.
3. Merdeka dari perpecahan dengan ukhuwah dan persatuan.

Merdeka untuk Peradaban Dunia

Hari ini, di usia 80 tahun Indonesia merdeka, kita nyatakan tekad bersama:

Santri TPQ siap menjadi pemimpin berakhlak, siap totalitas berjuang, dan siap menyalakan peradaban dunia.

Kemerdekaan adalah amanah. Maka kita jaga dengan iman. Kita isi dengan perjuangan. Kita kobarkan dengan semangat yang tak pernah padam.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80!
Santri TPQ Namirah Cahaya Garden, siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara!

Merdeka…
Merdeka…
Merdeka…

Editor

MSN

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular