Senin 26 Januari 2026
spot_img
BerandaBlogJANGAN PERNAH LELAH MENCINTAI NAMIRAH

JANGAN PERNAH LELAH MENCINTAI NAMIRAH

Jangan Pernah Lelah Mencintai Namirah

Namirahbatam.or.id

MASJID NAMIRAH yang terletak di Jalan Raya Cahaya Garden No.99 RT 04 RW 16, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong – Kota Batam merupakan salah satu Masjid yang memiliki Keunikan Maket Bangunan yang tiada duanya di Kota Batam yang hingga saat ini masih terus dalam proses Pembangunan Lantai 2.

Masjid Namirah sejak awal dibangun hingga saat ini memiliki sejarah perjalanan panjang dari mulai proses pembangunan fisik hingga estafet kepemimpinan Pengurus yang tak pernah lelah berbuat untuk mengurusi Namirah dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Semoga para Pengurus dan Jamaah yang telah merintis sedari awal hingga hari ini Allah SWT berikan keberkahan hidup baik di Dunia, terlebih di Akhirat, Aamiiin Yaa Rabbal Alamin.

Mereka yang paling layak untuk memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman dan berserah diri kepada Allah SWT, amal dan ibadahnya dikerjakan dengan ikhlas semata-mata untuk memperoleh keridhaan-Nya.

إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ

Artinya: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. al-Taubah, 09:18).

Mereka yang layak memakmurkan masjid-masjid Allah, adalah (1) orang-orang yang beriman kepada Allah, (2) beriman kepada hari akhirat, (3) menegakkan shalat, (4) menunaikan zakat, dan (5) hanya takut kepada Allah, tidak takut kepada yang lainnya.

5 (lima) kriteria tersebut bisa dikembangkan lebih luas lagi, misalnya memakmurkan masjid Allah SWT dengan orang-orang yang berilmu dan mengajarkan ilmunya di tempat tersebut.

Demikian juga orang-orang yang membangun masjid. Nabi bersabda:

مَن بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي به وجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ له مِثْلَهُ في الجَنَّةِ

Artinya: “Barang siapa yang membangun masjid semata-mata mencari keridhaan Allah, maka Allah akan membangunkan baginya tempat tinggal seperti itu di syurga”. (HR. Bukhari, 450).

Termasuk dalam kegiatan memakmurkan masjid adalah orang-orang yang membiasakan diri untuk shalat dan beribadah di dalamnya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

إذا رَأيتُمُ الرَّجُلَ يَعتادُ المَسجِدَ، فاشْهَدُوْا لَهُ بِالْإِيْمَانِ

Artinya: “Apabila engkau melihat seseorang yang membiasakan diri (beribadah) di masjid, maka saksikanlah bahwa ia seorang yang beriman”. (HR. Ibnu Hibban).

Memakmurkan masjid juga bisa dengan jalan menjaga kebersihan dan kesuciannya, mengepel lantainya, dan menyapu halamannya, memasang lampu-lampu penerang, serta berbagai kegiatan lain yang dianggap baik.

Rasulullah SAW pernah menanyakan kepada para sahabatnya tentang seorang wanita atau seorang pemuda yang biasa membersihkan masjid. Para sahabat menginformasikan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa wanita itu telah meninggal dunia. Rasulullah SAW menegur para sahabat, kenapa kalian tidak memberitahuku agar aku dapat menyolatkannya. Kemudian Rasulullah SAW mengatakan kepada para sahabat, tunjukkanlah kepadaku di mana kuburannya? Maka Rasulullah SAW mendatangi kuburan itu, lalu menyolatkannya.

أنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ المَسْجِدَ، أَوْ شَابًّا، فَفَقَدَهَا رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فَسَأَلَ عَنْهَا، أَوْ عنْه، فَقالوا: مَاتَ، قالَ: أَفلا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي قالَ: فَكَأنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا، أَوْ أَمْرَهُ، فَقالَ: دُلُّونِي علَى قَبْرِهِ فَدَلُّوهُ، فَصَلَّى عَلَيْهَا، ثُمَّ قالَ: إنَّ هذِه القُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً علَى أَهْلِهَا، وإنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لهمْ بصَلَاتي عليهم.

Artinya: “Sesungguhnya ada seorang wanita berkulit hitam, ia menghidupkan Masjid, atau seorang pemuda. Nabi SAW tidak melihatnya, maka beliau bertanya kepada para sahabat. Para sahabat menginformasikan bahwa ia telah wafat.

Rasulullah SAW bersabda: Kenapa kalian tidak memberitahuku. Tampaknya para sahabat menganggap kecil atau menyepelekan pekerjaan perempuan atau pemuda itu. Maka Nabi bersabda: Tunjukkanlah kepadaku di mana kuburannya. Maka para sahabat menunjukinya, maka Nabi pun menyolatkannya di kuburan itu.

Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya kuburan ini tempat yang penuh kegelapan, dan sesungguhnya Allah SWT akan menerangi kuburan itu dengan shalat/doaku untuk mereka”. (HR. Muslim, 956).

Dari hadits tersebut dapat dipahami betapa pentingnya kedudukan orang yang selalu menjaga kebersihan Masjid dan kesuciannya, demikian juga menerangi masjid dengan lampu-lampu secukupnya.

Dalam beberapa kitab tafsir, antara lain Ruhul Bayan dan Tafsir Kementrian Agama disebutkan:

مَنْ أَسْرَجَ سِرَاجًا فِي الْمَسْجِدِ بِقَدْرِ مَا يَدُوْرُ فِي الْعَيْنِ لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تَسْتَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ ذَلِكَ الضَّوْءُ فِي الْمَسْجِدِ

Artinya: “Barang siapa yang menyalakan lampu di Masjid, yang mengakibatkan mata bisa melihat, tidak henti-hentinya para malaikat memohon ampunan untuknya, selama lampu itu terus menyala di Masjid”. (HR. Salim al-Razi dari Anas r.a.).

Ada beberapa kegiatan yang sangat baik yang pahalanya terus mengalir, yaitu:
(1) Orang yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya, (2) Membuat selokan air,
(3) Membuat sumur,
(4) Menanam pohon,
(5) Mendirikan masjid, (6) Mewariskan mushaf, dan
(7) Memiliki anak yang memohon ampunan kepada Allah untuk kedua orang tuanya setelah keduanya wafat.

Diisebutkan dalam hadits:

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهنَّ وَهُوَ فِيْ قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: مَنْ علَّم علمًا أو كَرَى نَهْرًا، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا، أَوْ غَرَسَ نَخْلًا أَوْ بَنَى مَسْجِدًا، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Artinya: “Ada tujuh amal yang pahalanya terus mengalir ke dalam kubur setelah seseorang meninggal, yaitu: (1) orang yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya, (2) membuat selokan air, (3) membuat sumur, (4) menanam pohon, (5) mendirikan masjid, (6) mewariskan mushaf, dan (7) memiliki anak yang memohon ampunan kepada Allah untuk orang tuanya setelah wafat”. (HR. al-Bazzar, 7289).

Sayyidina Ali ra menjelaskan, ada enam muru’ah (keperwiraan) yang harus dilestarikan, tiga dilakukan pada saat ada di rumah, dan yang tiga lagi pada saat bepergian.
Tiga yang ada di rumah yaitu:
(1) membaca al-Qur’an, (2) memakmurkan masjid, dan
(3) bersahabat karena Allah.

Tiga yang dilakukan di perjalanan adalah:
(1) memberi bekal,
(2) berperilaku baik,
(3) bercanda atau bergurau yang baik.

Pengurus & Jamaah Namirah rahimakumullah,
semoga kita bisa memakmurkan masjid dengan maksimal sehingga masjid bisa berfungsi dengan maksimal. Dan semoga dengan upaya ini keimanan dan ketakwaan kita akan semakin meningkat.

Mari kita terus pupuk semangat Gotong Royong.

Orang yang menyadari fadilah atau keutamaan dalam bergotong royong dan kekompakan akan mendapat keberkahan dari persaudaraan itu sendiri. Sebaliknya orang yang mengabaikan pentingnya merawat tali persaudaraan, kekompakan, keharmonisan akan mendatangkan keburukan-keburukan di dalam hidupnya. Hal ini sebagaimana telah diperingatkan Baginda Nabi Muhammad SAW:

يَدُ اللّٰهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ فَإِذَا شَذَّ الشَّاذُّ مِنْهُمُ اخْتَطَفَهُ الشَّيْطَانُ كَمَا يَخْتَطِفُ الذِّئْبُ الشَّاةَ مِنْ الْغَنَمِ

Artinya: “Tangan Allah (pertolongan-Nya) bersama dengan jamaah (orang-orang yang kompak bersama dalam kebaikan), maka jika ada seseorang yang menyimpang dari mereka, setan akan memburunya bagaikan serigala yang memburu seekor kambing dari kumpulan kambing.” (HR At-Thabrani).

Jangan Pernah Lelah Mencintai Namirah, karena “Namirah Adalah Kita, Bersama Kita Bisa”. Aamiiin Yaa Rabbal Alamin.

Editor
KM, MSN

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular