Senin 26 Januari 2026
spot_img
BerandaBlogBULAN RAJAB 1447H & MAKSIMALISASI MASJID UNTUK IBADAH

BULAN RAJAB 1447H & MAKSIMALISASI MASJID UNTUK IBADAH

 

Namirahbatam.or.id

Bulan Rajab dan Maksimalisasi Masjid untuk Ibadah

Taqwa bukanlah sekadar kata yang terucap, atau ritual shalat semata, melainkan manifestasi dari setiap perbuatan baik.
Rajab, Bulan Istighfar dan Peningkatan Ketakwaan.

Artinya, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu).” (QS. QS At-Taubah [9]: 36).

Namun, hikmah terbesar di balik dilipatgandakannya pahala pada bulan haram seperti Rajab ini bukan hanya untuk keuntungan semata. Tetapi Allah SWT ingin membangkitkan semangat kita untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya sebagai persiapan ruhani yang optimal dalam menyambut bulan Ramadhan yang akan datang.

Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam kitab at-Taisir bi Syarhil Jami’is Shagir, jilid II, halaman 121, mengutip salah satu penjelasan yang disampaikan oleh Abu Muhammad Hasan bin Muhammad al-Khallal yang berasal dari Anas bin Malik, yang menjelaskan bahwa di dalam bulan Rajab terdapat banyak kebaikan untuk kita jadikan bekal menuju Ramadhan,

سُمِّيَ رَجَبٌ لِأَنَّهُ يُتَرَجَّبُ فِيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ لِشَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Artinya, “Bulan Rajab dinamakan Rajab karena di dalamnya dilimpahkan kebaikan yang banyak untuk menuju bulan Sya’ban dan Ramadhan.”

Dari penjelasan tersebut, dapat kita pahami bahwa bulan Rajab sejatinya adalah waktu untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah dan melakukan kebaikan, karena ia akan menjadi bekal berharga ketika memasuki Sya’ban dan mencapai puncaknya di bulan Ramadhan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita sebagai umat Islam tidak membiarkan bulan Rajab berlalu begitu saja, tetapi menjadikan bulan ini sebagai titik awal untuk memanen banyak kebaikan di bulan yang mulia.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Ahmad Nuruddin al-Azizi asy-Syafi’i dalam kitab as-Sirajul Munir, jilid IV, halaman 214 ketika menjelaskan makna yang terkandung dalam penjelasan di atas:

فَالْمَعْنَى أَنْ يُهَيَّأَ فِيْهِ خَيْرٌ كَثِيْرٌ عَظِيْمٌ لِلْمُتَعَبِّدِيْنَ فِيْ شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Artinya, “Adapun maknanya adalah bahwa di dalamnya (bulan Rajab) dipersiapkan kebaikan yang banyak dan agung bagi orang-orang yang beribadah di bulan Sya’ban dan Ramadhan.”

Oleh sebab itu, marilah kita manfaatkan momentum luar biasa yang Allah SWT anugerahkan ini dengan sebaik-baiknya. Bulan Rajab tidak hanya menjadi sarana persiapan menuju Ramadhan agar kita terlatih dalam memperbanyak ibadah dan menumbuhkan kebiasaan berbuat baik, tetapi juga merupakan ladang pahala yang terbentang luas, di mana satu amal kebajikan bernilai lebih besar di sisi Allah SWT.

Janganlah kita menunda-nunda ketaatan dan menyia-nyiakan waktu yang masih kita miliki, selama Allah SWT masih menganugerahkan kesehatan dan kesempatan bagi kita semua. Sebab belum tentu esok kita masih diberi umur panjang, atau kekuatan untuk beribadah ketika sakit telah datang. Maka selagi pintu kebaikan terbuka dan kemampuan masih ada, marilah kita bersegera mengisinya dengan amal Kebajikan, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya, yaitu:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya, “Manfaatkanlah lima hal sebelum (datangnya) lima hal (yang lain): masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR al-Hakim).

Mari kita jadikan bulan Rajab sebagai titik awal perubahan positif dalam hidup kita. Mari kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan perbanyak amalan kebajikan, dan perbaiki hubungan kita dengan sesama. Dengan begitu, kita akan memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, jiwa yang lapang, dan semangat untuk meraih ridha Allah SWT.

Semoga kita semua dipertemukan dengan Bulan Ramadhan tahun ini oleh Allah SWT dalam keadaan iman yang lebih kokoh dan jiwa yang lebih bersih. Aamiin ya Rabbal alamin.

Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.

Editor
MSN

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular