














Namirahbatam.or.id
MARHABAN YAA RAMADHAN, MASJID NAMIRAH SIAP MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1447H DENGAN PROGRAM RAMADHAN BERKAH
Sebelum Ramadhan 1447H tiba, ijinkan kami Pengurus Yayasan, DKM & TPQ Namirah dengan segenap keikhlasan hati menyampaikan Permohonan Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh jamaah namirah.
PROGRAM RAMADHAN BERKAH MASJID NAMIRAH
1. SEDEKAH TA’ZIL
2. DO’A & BUKA PUASA BERSAMA SETIAP HARI BERSAMA PENGURUS, JAMAAH, DAN SANTRI TPQ NAMIRAH
3. KULTUM TARAWIH SELAMA BULAN RAMADHAN
4. MALAM NUZULUL QUR’AN 17 RAMADHAN
5. I’TIKAF & SAHUR BERSAMA DI MALAM GANJIL 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN
6. TADARUS AL QUR’AN SETELAH TARAWIH & SETELAH KULTUM SUBUH
7. KULTUM SUBUH
8. ZAKAT FITRAH & MAL SETIAP BA’DA SHOLAT FARDU
9. MENYALURKAN ZAKAT FITRAH KEPADA YANG BERHAK
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H, Semoga Segala Amal Ibadah Kita Mendapatkan Ridho Allah SWT, Aamiiin Yaa Rabbal Alamin.
Allah swt berfirman dalam Al Qur’an : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah: 183)
Allah memerintahkan bahwa di dalam bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk beribadah puasa. Sehingga perlu persiapan fisik untuk tubuh kita puasa di bulan Sya’ban.
Rasulullah SAW pun telah mencontohkannya sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang artinya kurang lebih: “Dari Aisyah ra ia menuturkan, “Rasulullah SAW biasa mengerjakan puasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah tidak berpuasa, dan beliau biasa tidak berpuasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah berpuasa.
Akan tetapi aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh, kecuali pada Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada puasa di Sya’ban.”
Hal penting yang juga dilakukan adalah persiapan mental menghadapi Ramadhan. Secara psikologis, rasa gembira saat menyambut Ramadhan akan menumbuhkan kecintaan melakukan ibadah di dalamnya. Rasulullah SAW menganjurkan agar kita bergembira menyambut datangnya Ramadhan.
Kegembiraan ini akan dibalas dengan keistimewaan. “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah SWT akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”
Begitu mulia Ramadhan, sehingga rasa gembira menyambut kedatangannya pun, kita akan mendapatkan balasan kebahagiaan terhindar dari siksa api neraka.
Rasulullah SAW telah mengabarkan tentang kemuliaan-kemuliaan bulan Ramadhan dalam haditsnya yang diriwayatkan Imam Nasa’I yang artinya kurang lebih: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.”
Selain persiapan mental dengan rasa gembira, bekal ilmu pengetahuan mutlak dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan amal kita. Dengan mengkaji dan memperdalam pengetahuan yang berkaitan dengan ibadah bulan Ramadhan. Dengan harapan semoga kita akan benar-benar mencapai tujuan disyariatkannya ibadah puasa,menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah SWT, Aamiiin Yaa Rabbal Alamin.
Editor
MSN


