Jumat 27 Maret 2026
spot_img
BerandaBlogKultum Ramadhan 1447H Masjid Namirah di Malam Ke 8 Bersama Ustadz Mustofa...

Kultum Ramadhan 1447H Masjid Namirah di Malam Ke 8 Bersama Ustadz Mustofa dari Persatuan Mubaligh Batam

 

namirahbatam.or.id

Kultum Tarawih bersama Ustadz Mustofa di malam Ke 8 Ramadhan 1447 H Masjid Namirah

Alhamdulillah, Program Namirah di Malam ke 8 Ramadhan 1447H semakin maju berkat Rahmat Allah SWT dan dukungan seluruh Jajaran Pengurus Namirah, tutur Ketua Yayasan Namirah Bengkong Sadai, Bapak Wawan Purnawan, S.E., kami juga terus memakmurkan Program Tadarus Al Qur’an bersama Guru dan Santri TPQ Namirah tambahnya.

Kami dari DKM Namirah terus memantau langsung setiap Program dan mendukung sepenuh hati agar Program Namirah selama bulan Ramadhan 1447H, dapat berjalan dengan baik dengan mengharap Ridho Allah SWT, dan kami terus berkolaborasi dengan Pengurus Yayasan untuk mensukseskan Program Namirah, tutur Pak Muhammad Parso selaku Sekretaris DKM Namirah.

Kultum Ramadhan Malam Ke 8 mengambil tema “Muhasabah Diri/Introspeksi Diri”

Keutamaan Muhasabah atau Introspeksi Diri
Muhasabah mendapatkan tempat yang baik dalam Islam. Imam Al-Ghazali mengutip Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengandung keutamaan muhasabah.

Muhasabah atau introspeksi memiliki keutaman tersendiri dalam Islam. Muhasabah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai introspeksi atau mawas diri, yaitu peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan sebagainya) diri sendiri.


Muhasabah mendapatkan tempat yang baik dalam Islam. Imam Al-Ghazali mengutip Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengandung keutamaan muhasabah. Menurutnya, Surat Al-Hasyr ayat 18 mengisyaratkan manusia untuk melakukan muhasabah atas perbuatan yang telah dilakukan.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surat Al-Hasyr ayat 18).


Sayyidina Umar RA, kata Imam Al-Ghazali, menganjurkan kita untuk melakukan muhasabah. “Hendaklah kalian lakukan muhasabah atas diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah perbuatan kalian sebelum ia kelak ditimbang.” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M], juz IV, halaman 419).


Dalam sebuah riwayat, seorang sahabat menemui Rasulullah SAW untuk meminta wejangan kepadanya. “Wahai Rasulullah, berilah aku wejangan.” “Apakah kau meminta wejanganku?” “Benar,” jawabnya dengan bahagia. “Bila kau bermaksud untuk melakukan sesuatu, pikirkanlah dampaknya. Jika ia baik, lakukanlah. Tetapi jika itu buruk, tahanlah,” (Imam Al-Ghazali, 2018 M: IV/419).


Terkait muhasabah, sebuah hadits menyebutkan, “Orang yang (bijak) berakal hendaknya mengalokasikan seperempat waktunya untuk bermuhasabah,” (Imam Al-Ghazali, 2018 M: IV/419)



Editor
MSN

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular