Sabtu 4 April 2026
spot_img
BerandaBlogKUTBAH JUM'AT MASJID NAMIRAH TEMA "ISTIQOMAH BERAMAL SETELAH RAMADHAN" BERSAMA KYAI ALIYUDIN,...

KUTBAH JUM’AT MASJID NAMIRAH TEMA “ISTIQOMAH BERAMAL SETELAH RAMADHAN” BERSAMA KYAI ALIYUDIN, SEKRETARIS PMB BENGKONG

Namirahbatam.or.id
Batam, 03 April 2026

Assalamu’alaikum wr wb.

Alhamdulillah, segala puji milik Allah SWT, sholawat teriring salam semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepada junjungan alam Baginda Nabi Muhammad SAW.

Ramadhan telah berlalu, kita upayakan dengan segenap niat dan kemampuan kita bahwa perpisahan dengan bulan Ramadhan yaitu dengan tetap istiqamah melakukan ibadah-ibadah yang sudah sering dilakukan di bulan Ramadhan atau minimal tidak kita tinggalkan secara total. Inilah yang disebut dengan konsisten atau istiqamah dalam ketakwaan.

Hal ini selaras dengan hadits Nabi Muhammad saw:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ Artinya, “Perbuatan baik yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang paling konsisten (istiqamah) meskipun
sedikit.” (HR Muslim).

Syekh Muhammad as-Syinqithi memberikan penjelasan terkait hadits tersebut sebagai berikut:

أَيْ أَنَّ أَحَبَّ أَعْمَالِ الطَّاعَاتِ الَّتِي هِيَ نَوَافِلُ إِلَى اللّٰهِ تَعَالَى مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ فَاعِلُهُ وَإِنْ كَانَ شَيْئًا قَلِيلًا؛ لِأَنَّ فِي الْمُدَاوَمَةِ فَوَائِدَ، مِنْهَا دَوَامُ الِاتِّصَالِ بِطَاعَةِ الرَّبِّ، وَطَرْقُ بَابِ الْخَيْرِ، وَعَدَمُ الْإِعْرَاضِ، بِخِلَافِ الْمُنْقَطِعِ مِنَ الْعَمَلِ فَإِنَّ صَاحِبَهُ كَأَنَّهُ أَعْرَضَ بَعْدَ انْتِهَائِهِ Artinya: “Artinya, amal ketaatan tambahan (sunnah) yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang dilakukan secara konsisten (istiqomah) oleh pelakunya, meskipun jumlahnya sedikit. Sebab, dalam konsistensi terdapat berbagai manfaat, di antaranya: terjaganya hubungan terus-menerus dalam ketaatan kepada Tuhan, senantiasa mengetuk pintu kebaikan, dan tidak berpaling.

Hal ini berbeda dengan amal yang terputus, karena pelakunya seolah-olah berpaling (dari Allah) setelah ia berhenti beramal.” (Syarah Sunan Nasa’i, [Mathabi’ Al-Hamidi: 1425 H], jilid V, halaman 1587).

Karena itu, jika selepas Ramadhan dan saat ini sudah di bulan syawal ini kita ‘hanya’ mampu menjaga lisan dari ucapan buruk, hal itu bukanlah sebuah kegagalan. Sebaliknya, itu adalah pencapaian yang dicintai Allah selama dilakukan secara istiqamah. Begitu pula dengan amal ibadah lainnya; Allah tidak melulu melihat seberapa besar kuantitas, melainkan seberapa dalam totalitas dan konsistensi pelaksanaannya.

Sebab, di mata Sang Pencipta, keteguhan untuk terus melangkah meski sedikit jauh lebih berharga daripada ledakan amal yang sesaat.

Akhirnya, bulan Ramadhan dapat menjadi momen paling tepat untuk memulai kebiasaan baik (ketakwaan), sehingga ketika bulan itu berlalu, dan saat ini kita sudah di Jum’at kedua di Bulan Syawal 1447H, kebiasaan tersebut tetap dilakukan, bahkan bisa terus sepanjang hayat kita.

Wassalamu’alaikum wb wb.

Editor
MSN

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular