Senin 26 Januari 2026
spot_img
BerandaBlogPENTINGNYA MENDIDIK ANAK SEJAK USIA DINI

PENTINGNYA MENDIDIK ANAK SEJAK USIA DINI

Namirahbatam.or id

Pentingnya Mendidik Anak Sejak Usia Dini.

Mendidik Anak adalah amanah yang begitu mulia bagi setiap orang tua. Namun, mendidik anak itu bukan perkara mudah. Terbukti, hingga saat ini, masih banyak orang tua yang menyerahkan pendidikan anaknya kepada pihak lain, kepada lembaga-lembaga pendidikan dan semisalnya. Anak merupakan aset orang tua yang paling berharga dalam kehidupan ini, sehingga setiap orang tua, termasuk kita, semestinya mulai membangun kesadaran bahwa mendidik anak adalah suatu amanah yang sangat penting. Setiap orang tua harus berusaha agar mampu mendidik putra putrinya, terutama terkait dengan pendidikan dasar keagamaan dan keterampilan hidup. Banyak hal terkait pendidikan yang harus dilakukan agar aset terbaik kita, anak-anak kita, tidak menjadikan kita jatuh dan terperosok serta merugi yang berkepanjangan. Keseriusan mendidik anak menjadi prioritas utama dan pertama dalam kehidupan kita sebagai orang tua. Mengingat mendidik anak adalah hal yang sangat penting dan mendasar, tentunya mendidik anak harus menggunakan ilmu. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bagaimana mengajari anak-anak agar bisa menjadi kebanggaan dan penerus perjuangan serta cita-cita orang tuanya ke depan yang selalu dalam bimbingan Allah. Ada beberapa tuntunan mendidik anak-anak, di antaranya: Pertama, mengenalkan Allah SWT sejak dini Mengenalkan Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa merupakan hal sangat penting dan mendasar. Banyak cara yang bisa dilakukan dalam rangka mengenalkan Allah SWT kepada anak-anak. Bisa melalui cerita dan memberi penjelasan yang intinya dengan cara menyenangkan tapi serius mengajarkan. Dengan kata lain, pengenalan aqidah kepada anak sangat penting untuk diutamakan dan selalu dilakukan agar perlahan menjadi karakter dalam arti semakin kuat keimanan atau tauhid anak dan akan menguat seiring waktu berjalan. Allah berfirman:
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ ’’
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Lukman: 13)

Kedua, mengajarkan pendidikan akhlak Setelah anak dikenakan dengan Allah SWT sebagai penciptanya, selanjutnya dilakukan pendidikan akhlak dan agama. Akhlak merupakan hal mendasar juga karena sehebat apapun dia, sepintar apapun dia, jika tidak berakhlak, maka tidak akan menjadi orang baik dan tidak akan dilihat sebagai orang yang berilmu atau memiliki kelebihan. Nabi Muhammad SAW dipilih oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul untuk memperbaiki kondisi manusia di muka bumi ini, apa yang dilakukan? Memperbaiki akhlak manusia.

Dan sebelum menjadi Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad SAW sudah mendapatkan julukan di kalangan masyarakat dengan julukan “Al-Amin”, artinya orang yang dapat dipercaya. Artinya akhlak Nabi patut dicontoh. Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَل مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ}. Artinya: “Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama daripada (pendidikan) tata krama yang baik.” (HR Imam At-Tirmidzi-Imam Al-Hakim).

Ketiga, mengajarkan cara memilih teman yang baik Dalam kehidupan masyarakat, terkadang teman itu bisa menjadi ukuran seberapa baik dan tidak baik bisa dilihat dari temannya. Para pakar pendidikan berpendapat bahwa lingkungan dapat membentuk karakter manusia sampai 75 persen dan teman merupakan bagian dari lingkungan yang membentuk karakter seseorang. Untuk itu seorang anak harus diajarkan memilih teman-teman yang memiliki sifat-sifat dan kebiasaan yang baik, dengan harapan anak-anak kita juga akan menjadi baik sampai dewasa nanti dan tetap bisa memilih teman yang baik di masa dewasanya.

Rasulullah SAW bersabda: اَلرَّجُلُ عَلى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.
Artinya: “Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman,” (HR Imam Abu Dawud-Imam Ahmad)

Keempat, mengajarkan sikap tanggung jawab dan amanah Sikap tanggung jawab dan amanah menjadi sangat penting dimiliki oleh semua manusia, karenanya sangat penting untuk ditanamkan kepada anak-anak agar bisa memiliki karakter yang bisa menjadi nilai dan kebanggaan keluarga besarnya. Sebelum Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul, beliau sering uzlah atau menyendiri memikirkan umatnya yang berada dalam kondisi jahiliah. Karena begitu pentingya, maka penanaman sikap tanggung jawab dan amanah harus ditanamkan sejak usia dini agar kelak dewasa sikap tanggung jawab dan amanah sudah menjadi karakter dari anak-anak kita sehingga patut dicontoh dan dibanggakan. Rasulullah SAW bersabda:
مُـروْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ. “Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggalkan shalat, maka pukullah ia, dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” (HR Abu Dawud)

Kelima, didiklah anak dengan keadilan Ketika seorang anak diajarkan dan ditunjukkan sikap-sikap yang adil, maka di masa berikutanya atau dewasanya dia akan bisa menujukan sikap adil dan kehidupannya sehingga bisa merasakan kebaikan dan kenyamanan dalam menjalani hidupnya. Jadi ajaran tentang keadilan harus diberikan sejak dini agar bisa menjadi karakter. Rasulullah SAW bersabda:
اِتَّقُوا اللهَ وَاعْدِلُوا فِي أَوْلاَدِكُمْ. “Bertakwalah kepada Allah dan berbuat adillah kepada anak-anakmu. Adil dalam perhatian dalam harta dan urusan apapun terhadap anak.” (HR Bukhari 1623)

Keenam, perbanyak berdoa untuk anak. Allah SWT menyuruh kepada manusia untuk banyak berdoa kepada-Nya, dan pasti Allah SWT akan mengabulkan doa yang dipanjatkan manusia termasuk kita. Doa-doa yang baik untuk anak-anak kita menjadi sesuatu hal yang penting dan sekaligus harapan kepada anak-anak agar seperti apa yang kita panjatkan. Nabi Ibrahim pun berdoa untuk anak-anaknya, sebagaiman berfirmanNya:
رَبِّ اجۡعَلۡنِىۡ مُقِيۡمَ الصَّلٰوةِ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ‌‌ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ‏ , رَبَّنَا اغۡفِرۡ لِىۡ وَلـِوَالِدَىَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِيۡنَ يَوۡمَ يَقُوۡمُ الۡحِسَابُ
“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang–orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhanku, perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab.” (QS Ibrahim; 40-41)

Sumber: https://banten.nu.or.id

Editor
MSN

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular