Minggu 25 Januari 2026
spot_img
BerandaBlogPERINGATAN ISRA MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW DI MASJID NAMIRAH CAHAYA GARDEN BATAM...

PERINGATAN ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW DI MASJID NAMIRAH CAHAYA GARDEN BATAM 1447H BERSAMA KYAI MUHAMMAD DAHLAN

Namirahbatam.or.id

Peringatan Isra Mi’raj Muhammad SAW di Masjid Namirah Cahaya Garden Sadai Bengkong Kota Batam berjalan sukses.

Acara dimulai dengan penampilan memukau Hadroh Al Musyafir binaan Ustadzah Siti Rohana & Hj. Warsiti yang menghidupkan suasana PHBI di dalam Ruang Utama Masjid Namirah.

MC acara dibawakan oleh santri TPQ Namirah binaan Ustazah Siti Rohana.

Pembacaan Ayat suci Al Qur’an dibacakan oleh Santri Cilik TPQ Namirah binaan Ustadz Sony.

Sambutan Panitia disampaikan oleh Bapak Muhammad Parso yang menjabat sebagai Sekretaris DKM Namirah, dalam sambutannya mewakili Pengurus DKM dan Yayasan Namirah menyampaikan ribuan terima kasih kepada seluruh Jajaran Panitia acara yang telah berlumus tumus mempersiapkan Kegiatan PHBI ini dengan sangat baik, semoga seluruh rangkaian kegiatan ini mendapatkan Ridho Allah SWT, aamiiin., tak lupa pula kita sampaikan terima kasih kepada segenap Jajaran Dewan Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Pengurus TPQ Namirah dan segenap Dewan Guru TPQ,  Tokoh Agama, seluruh Wali Santri & Santri TPQ Namirah, Tokoh Masyarakat Cahaya Garden, Bengkong Kolam, Bengkong Kolam Mas dan Jamaah Namirah, acara ini dapat sukses berlangsung tak lepas dari dukungan kita semua untuk menghadiri Kegiatan PHBI ini, kami atas nama Panitia juga menyampaikan permohonan maaf jika ada hal kurang berkenan dihati bapak/ibu selama kegiatan ini berlangsung. Saat ini Masjid Namirah sedang dalam Proses Pembangunan Lantai 2, kami memohon Do’a dan dukungan jamaah sekalian, semoga Pembangunan Namirah diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT, Aamiiin Yaa Rabbal Alamin, tambahnya.

Mahalul Qiyam di pimpin oleh Kyai Musenni, S.Pd. dengan sangat merdu diikuti oleh semua jamaah yang hadir menambah suasana PHBI Isra Mi’raj menjadi lebih hidup dalam qalbu jamaah.

Tausiyah Maulid disampaikan oleh Kyai Muhammad Dahlan.

Isra’ Mi’raj adalah sebuah peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam, meski pada saat itu banyak umat dalam hal ini kaum Quraisy ingkar terhadap kisah yang disampaikan Nabi Muhammad. Bahkan sebagian kaum muslimin ada yang kembali murtad karena tidak percaya terhadap kisah yang disampaikan Nabi.

Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram di Kota Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina yang berjarak lebih kurang 1.500 kilometer. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha yakni tempat di langit yang bersifat ghaib, tidak mungkin dijangkau oleh panca indera manusia, bahkan tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran manusia.


Dua perjalanan itu ditempuh Nabi Muhammad dalam satu malam, seperti dijelaskan dalam Surat Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ


Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat (QS Al-Isra’ [17]:

Ada banyak pelajaran penting yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. Ali Muhammad Shalabi dalam Sirah Nabawiyah: ‘Irdlu Waqâi’ wa Tahlîl Ihdats, juz 1 halaman 209 menjelaskan, ada empat pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa tsb

Pertama, Isra’ Mi’raj adalah kemuliaan dan keistimewaan dari Allah kepada hambanya tercinta, Nabi Muhammad saw. Nabi ketika itu baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan, yaitu wafatnya Siti Khodijah sebagai istri tercinta, yang selalu mengorbankan jiwa, tenaga, pikiran, dan hartanya demi perjuangan Nabi, dan wafatnya paman tercinta yaitu Abu Thalib, yang selalu melindungi Nabi dari kekejaman kaum Quraisy. Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah swt, sehingga hati Nabi semakin teguh dalam menyebarkan Agama Allah swt.

Kedua, kewajiban menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim. Musthofa As Siba’i dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah, Durus wa Ibar, jilid 1 halaman 54 menjelaskan bahwa jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat, sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi’raj) kepada Allah swt lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’. Dengan shalat yang khusyu’, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah.

Ketiga, Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad saw dengan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dalam sejarah, itu adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat.

Keempat, dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, terdapat penyebutan dua masjid umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita bahwa Masjidil Aqsha adalah bagian dari tempat suci umat Islam. Membela Masjidil Aqsha dan sekelilingnya sama saja dengan membela agama Islam.

Semoga kita selalu menjadi umat yang selalu dapat mengambil hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj ini dan dapat mengamalkannya. Sehingga peringatan Isra’ Mi’raj yang kita rayakan setiap tahun dapat senantiasa meningkatkan keimanan kita.
Acara ditutup dengan do’a dan ramah tamah serta makan nasi rawon bersama dengan suasana penuh keakraban dan kebersamaan diantara jamaah namirah.

Editor
MSN

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular