



Namirahbatam.or.id
Walikota Batam, DR.H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., bersama Wakil Walikota, Li Claudia Chandra, menghadiri kegiatan Halalbihalal dengan Masyarakat Kecamatan Bengkong pada Rabu (01/04/26) malam.
Acara tersebut berlangsung di BallRoom Golden Prawn Bengkong dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Dalam sambutannya, Walikota mengajak masyarakat menjadikan momentum Syawal sebagai sarana memperbaiki diri dan menjaga hubungan antarsesama.
Ia menekankan pentingnya menahan diri dari prasangka serta ucapan yang berpotensi merusak silaturahmi.
“Atas nama pribadi, keluarga, serta jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” sampai Amsakar.
Amsakar mengakui bahwa memimpin Kota Batam dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa bukanlah hal yang mudah.
Ia menyadari bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak selalu dapat memenuhi harapan seluruh masyarakat.
“Jika ada kebijakan atau pernyataan yang belum sesuai harapan masyarakat, kami mohon maaf,” ujar Amsakar, menegaskan komitmennya untuk tetap fokus bekerja dan menjaga suasana kondusif.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar memaparkan perkembangan 15 program prioritas yang menjadi komitmen pemerintahannya bersama Li Claudia.
Terkait persoalan infrastruktur dasar seperti distribusi air bersih dan pengelolaan sampah di TPA Punggur, Amsakar menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya maksimal mencari solusi.
“Masalah air dan sampah tidak bisa diselesaikan secara instan,” tegas Amsakar, seraya menekankan upaya pemerintah bersama pihak terkait serta pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ia juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan di Batam dapat berjalan optimal.
“Mari kita jaga kebersamaan, dukung peran RT, RW, lurah, dan camat,” pungkas Amsakar, sembari memohon doa agar dapat menjalankan amanah pembangunan Batam.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam memprioritaskan rencana pelebaran jembatan di Jalan Golden Prawn, Bengkong, sebagai upaya mengurai kemacetan. Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.
“Untuk jembatan di Bengkong, kami minta menjadi perhatian. Insyaallah pada 2027 dapat dilakukan pelebaran sehingga mampu mengurai kemacetan,” ujar Amsakar.
Menurutnya, pelebaran jembatan yang berada di dekat Kantor Camat Bengkong tersebut menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan itu. Karena itu, ia meminta dinas terkait menjadikannya sebagai prioritas pembangunan ke depan.
Rencana tersebut muncul sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan perwakilan FK RT/RW Kecamatan Bengkong, Anwar, dalam kegiatan tersebut. Selain pelebaran jembatan, warga juga mengusulkan pembangunan SMK negeri di wilayah Bengkong.
Menanggapi hal itu, Amsakar menyatakan pemerintah terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjutinya secara bertahap sesuai skala prioritas.
“Terkait pembangunan SMK di Tanjung Buntung, silakan tokoh masyarakat berkoordinasi langsung dengan Pemko Batam agar dapat dibahas lebih lanjut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Batam.
Ia menyadari, dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa, tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan. Karena itu, diperlukan sinergi semua pihak agar pembangunan dapat berjalan optimal.
“Tidak mungkin dalam waktu singkat semua persoalan selesai. Namun, jika kita bergerak bersama, yang berat akan menjadi ringan dan yang sulit akan menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Kegiatan halalbihalal tersebut berlangsung hangat dan menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat pasca-Idulfitri, sekaligus memperkuat komunikasi dalam mendukung pembangunan Kota Batam.
Kegiatan halalbihalal tersebut turut dihadiri Camat Bengkong, Muhammad Fairus Ramadhan Batubara, Kapolsek Bengkong IPTU Yuli Endra, unsur pimpinan kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKTW Kecamatan Bengkong, Lurah Se – Kecamatan Bengkong, Ketua RW 16 Cahaya Garden Wawan Purnawan, Imam Masjid Namirah Cahaya Garden Ustadz Musenni, serta perangkat RT dan RW se-Kecamatan Bengkong.
Editor
MSN


