








































Namirahbatam.or.id
Masjid tidak semata tempat ibadah, namun dapat pula digerakkan untuk pemberdayaan ummat.
Program memakmurkan masjid sesuai dengan doa selamat.
Di antaranya aksi yang pertama, salamatan fiddin atau sebagai tempat gerakan pemeliharaan aqidah umat Islam Ahlu sunnah wal Jama’ah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Hal nyata yang bisa kita lakukan adalah shalat berjamaah dan mendata jamaah, mengadakan pengajian/kajian, data base masjid, dan Pendidikan Aqidah sejak usia dini melalui TPQ Namirah.
Sedangkan aksi yang kedua adalah waafiatan filjasadi atau sebagai tempat gerakan pelayanan kesehatan umat.
“Aksi nyata yang bisa dilakukan antara lain kerja sama dengan dinas kesehatan atau Puskemas, mendirikan rumah sehat dan menyelenggarakan gerakan kebersihan masjid dan lingkungan sekitar,” dalam PROGRAM GORO BERSIH BERSIH MASJID.
Aksi yang ketiga adalah waziyadatan fil ilmi atau masjid sebagai tempat gerakan peningkatan SDM jamaah masjid di bidang keilmuan dan keterampilan.
“Artinya yang bisa takmir lakukan antara lain adalah pelatihan kaderisasi dan kepemimpinan remas, menyelenggarakan bimbingan belajar pura putri jamaah masjid untuk keterampilan belajar,” dalam Program RMN (Remaja Masjid Namirah) yaitu memberikan kesempatan santri muda untuk tampil di acara PHBI mulai dari MC acara, membaca Ayat Suci Al Qur’an hingga seksi acara.
Aksi yang ke keempat adalah wabarakatan fir rizqi yaitu sebagai pusat gerakan pemberdayaan ekonomi umat. Dan hal tersebut dapat dilkakukan membuat lembaga atau wadah seperti PROGRAM SAYIDUNA, membangun kewirausahaan yayasan dan masjid.
Aksi yang Kelima adalah wataubatan qablal maut atau sebagai pusat gerakan dakwah mengajak dan menyadarkan orang Islam yang belum menjalankan syariat dan dakwah sebagai tempat kembali kepada Allah SWT,” dalam Program KABAH & BABUL KHAIRAT.
Aksi keenam adalah sesuai lafadz warahmatan indal maut dalam artian masjid sebagai pusat gerakan kepedualian sosial.
“Contohnya menjenguk dan mengantar jamaah yang sakit, pelatihan pemulasaran jenazah, menyediakan kain kafan, membimbing orang yg sakaratul maut, menolong orang yang terkena bencana, dan sejenisnya,”.
Sedangkan terakhir adalah wamaghfiratan bakdal maut.
“Artinya masjid sebagai tempat berdoa dan mendoakan orang yang telah wafat. Aksi nyata antara lain berupa talqin mayit, tahlil dan yasinan, sholawatan, istighotsah dan lailatul ijtima,” dalam PROGRAM BERJAYA.
Semoga Program Yayasan dan DKM Masjid Namirah bisa berjalan dengan semata mata mengharap ridho Allah SWT, aamiiin yaa Rabbal alamin tutur Bapak Wawan Purnawan, S.E. selaku Ketua Yayasan Namirah Bengkong Sadai, disampingi Bapak Muhammad Parso selaku Pengurus DKM Masjid Namirah.
Editor:
MSN


